Pengertian Sistem Pakar dapat
didefinisikan Sistem pakar adalah suatu sistem
komputer yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari sorang pakar. Kata
menyamai tersebut memiliki pengertian bahwa system pakar diharapkan dapat
bekerja dalam semua hal seperti halnya seorang pakar. Sistem pakar merupakan
salah satu cabang dari Artificial Intelligent yang membuat penggunaan secara
luas pengetahuan yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang
pakar dalam bidang tertentu.
Secara
umum pengertian
sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan
menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini,
orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu
informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para
ahli di bidangnya. Sistem pakar juga akan dapat membantu aktivitas para pakar
sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan
mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar
mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan
basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam
bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer,
yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk
penyelesaian masalah tertentu.
Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar). Proses ini tercakup dalam rekayasa pengetahuan (knowledge engineering) yang akan dibahas kemudian.
Manfaat Sistem Pakar
Apa manfaat dari sistem pakar? Mengapa Sistem Pakar menjadi sangat populer? Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kemampuan dan manfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar
Manfaat sistem pakar antara lain yaitu
a. Dapat meningkatkan output dan produktivitas,
karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
b. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat
yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
c. Dapat beroperasi di lingkungan yang
berbahaya.
d. Mampu menangkap kepakaran yang sangat
terbatas.
e. Memudahkan akses ke pengetahuan.
f. Handal. Maksudnya Sistem Pakar tidak pernah
menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten
melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi
yang potensial.
g. Meningkatkan kapabilitas sistem
terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain
membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi
h. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak
lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem
Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat
merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih
pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan
jawabannya.
i. Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula
yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas
penjelas dapat berfungsi sebagai guru.
j. Meningkatkan kemampuan problem solving,
karena mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.
k. Meniadakan kebutuhan perangkat yang
mahal.
Keterbatasan
Sistem Pakar
Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:
Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:
a.
Pengetahuan yang hendak diambil tidak
selalu tersedia.
b.
Kepakaran sangat sulit diekstrak dari
manusia.
c.
Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu
situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
d.
Adalah sangat sulit bagi seorang pakar
untuk mengabstraksi atau menjelaskan langkah mereka dalam menangani
masalah
e.
Pengguna Sistem Pakar mempunyai batas
kognitif alami, sehingga mungkin tidak bisa memanfaatkan sistem secara
maksimal.
f.
Sistem Pakar bekerja baik untuk suatu
bidang yang sempit.
g.
Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan
untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.
h.
Istilah dan jargon yang dipakai oleh pakar
dalam mengekspresikan fakta seringkali terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh
orang lain.
i.
Pengembangan Sistem Pakar seringkali
membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan
mahal.
j.
Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi
pemakaian Sistem Pakar.
k.
Transfer pengetahuan dapat bersifat
subyektif dan bias.
Komponen Sistem Pakar
Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing-masing berhubungan seperti terlihat pada Gambar II-1.
Basis Pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar:
Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing-masing berhubungan seperti terlihat pada Gambar II-1.
Basis Pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar:
1.
Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan
kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu
Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan masalah
yang spesifik dalam bidang yang khusus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar